Cerita Agus, Dari Relawan MRI Hingga Dipercaya Jadi Koordinator Armada HMS

Jakarta, relawan.id – Gempa berkekuatan 6,4 magnitudo yang mengguncang Lombok 29 Juli 2018 menyisakan ingatan mendalam bagi Agus Rahadi (43), seorang penyintas sekaligus Koordinator Armada Humanity Medical Services ACT.

Pusat gempa yang berada di 47 km timur laut Kota Mataram itu meluluhlantakkan rumah milik Agus. Saat itu, harapan Agus seolah sirna untuk membangun kehidupan yang lebih baik di tanah kelahiran tercintanya. Namun, dari Gempa Lombok Agus memutuskan untuk menjadi seorang relawan.

“Saya merasakan saat Gempa Lombok itu orang-orang kehilangan saudara. Apalagi saya terharu ada banyak relawan yang datang dari mana pun membantu pemulihan Gempa Lombok. Nah dari sana saya mulai tergerak dan bergabung ke MRI (Masyarakat Relawan Indonesia),” ungkap Agus, Kamis (23/9/2021).

Semenjak menjadi Relawan MRI, Agus seringkali terjun ke berbagai medan bencana dengan dipercaya menjadi seorang sopir untuk mengendarai Ambulans ACT. Baginya, salah satu momen yang tak terlupakan adalah saat bencana gempa bumi dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah.

“Itu (bencana di Palu, Sigi, Donggala) salah satu yang enggak terlupakan ya. Apalagi medannya cukup sulit dan harus menempuh waktu tiga sampai empat jam lamanya ke berbagai titik posko bencana. Kalau dipikir dengan nalar itu enggak bisa ditempuh, tapi dengan semangat kita mau membantu akhirnya Allah kasih jalan,” tuturnya.

Kini, Agus telah dipercaya menjadi Koordinator Armada Humanity Medical Services ACT, yang mana terdiri dari ambulans mobil, motor, dan mobil jenazah, dengan ikut serta mendukung pelayanan dari program Covid-19 Medical Careline Services. Lewat mengemudikan ambulans, ia mengantar dan merujuk pasien yang kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan.

Menurutnya, ikhtiar ACT dalam aksi pelayanan kesehatan lewat Covid-19 Medical Careline Services adalah jalan untuk membersamai masyarakat tanpa membedakan latar belakang ekonomi, suku, agama, ras, maupun golongan. Lewat berbagai aksi pelayanan kesehatan yang tidak memungut biaya sepeser pun.

“ACT bagi saya tempat menimba ilmu dan memperbaiki diri. Apalagi bisa memperluas wawasan saya soal kerelawanan dengan membantu lebih banyak orang yang membutuhkan. Insyaallah dengan saya tergabung dalam HMS (Humanity Medical Services) bisa terus memberikan pelayanan terbaik dan menjangkau lebih banyak masyarakat lagi,” tambahnya.