Banjir Rendam Kabupaten Paser, MRI-ACT Bantu Evakuasi Warga

Paser, relawan.id – Curah hujan dengan intensitas tinggi memicu Sungai Kandilo dan Sungai Sakerau, di Paser, Kalimantan Timur, meluap dan tidak mampu menampung debit air. Akibatnya, banjir di wilayah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, tak terhindarkan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser melaporkan, selain luapan dua sungai tersebut, banjir juga disebabkan oleh adanya air kiriman dari wilayah hulu sungai. Selain itu, minimnya daerah resapan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kandilo dan Sungai Sakeau kian memperparah banjir.

Banjir telah melumpuhkan aktivitas warga di 13 desa dan satu kelurahan. Akses jalan perkampungan tertutup air sampai dua meter. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) bersama tim gabungan pun berusaha mengevakuasi warga sambil terus mengimbau agar warga tetap waspada.

Banjir terus meluas. Salah satu fokus penanganan banjir dari tim ACT ada di Kelurahan Long Kali dan desa lain yang aksesnya masih sulit dijangkau karena tingginya debit air. Berbekal perahu dan alat penyelamatan lain, warga dibawa ke tempat yang jauh lebih aman.

“Posko darurat saat ini sudah berdiri di Kantor Kelurahan Long Kali, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, Jalan Penajam-Kuaro. Banjir kali ini cukup parah. Dan, saat ini bantuan seperti makanan siap santap, selimut, obat-obatan dan yang lain masih sangat mendesak untuk dipenuhi,” jelas Dimas Bayu Prasetyo, Head of Volunteer MRI-ACT Kalimantan Timur, Kamis (7/10/2021),.

Dimas pun meminta warga agar tetap waspada dengan kemungkinan banjir yang semakin parah. Hal tersebut karena hujan masih bisa terus terjadi.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memprediksi dalam sepekan ke depan kondisi berawan hingga hujan ringan berpotensi terjadi di Paser, khususnya Long Kali. Cuaca ini perlu diwaspadai oleh masyarakat yang tinggal atau akan datang ke wilayah tersebut.