MRI Sumut Respon Cepat Banjir di Tebing Tinggi

Sumut, relawan.idBanjir yang melanda empat kecamatan di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara, belum surut hingga Senin, (22/11/2021) dini hari. Peristiwa ini berlangsung sejak Ahad dini hari (21/11).

Empat kecamatan ini diantaranya Kecamatan Padang Hulu, Kecamatan Padang Hilir, Kecamatan Tebing Tinggi Kota, dan Kecamatan Bajenis Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara pada Ahad (21/11/2021) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB.

Curah hujan sejak Sabtu (20/11/2021) mengakibatkan air sungai meluap ke rumah-rumah warga, mengakibatkan empat kecamatan terdampakk banjir diantaranya Kecamatan Padang Hulu, Kecamatan Padang Hilir, Kecamatan Tebing Tinggi Kota, dan Kecamatan Bajenis Kota Tebing Tinggi, Sumatra Utara.

Tim Tanggap Darurat Masyarakat Relawan Indonesia (MRI-ACT) merespon cepat banjir yang terjadi di Tebing Tinggi, Sumatera Utara, Ahad (21/11/2021).

Relawan MRI-ACT Sumut, Muharrom Dani menerangkan tim tanggap darurat telah menuju lokasi pada Ahad dini hari. Tim dengan perbekalan alat keselamatan mengevakuasi sejumlah warga. Sebanyak 698 KK terdampak banjir dengan tinggi muka air berkisar hingga 120 sentimeter.

“Proses evakuasi hingga saat ini masih terus dilakukan. Mengingat korban yang terdampak mencapai ribuan orang. Selain itu, tim yang bertugas juga melakukan asesmen di titik lokasi banjir. Sehingga upaya untuk menyediakan kebutuhan mendesak bisa segera dilakukan kepada korban banjir,” kata Dani, Senin (22/11/2021).

Dani juga menyampaikan bantuan logistik dari para donatur ACT telah diberikan dibeberapa posko banjir salah satunya dikantor Lurah Tualang, Tebing Tinggi. Tim darurat MRI-ACT saat ini juga membuatkan dapur umum di Masjid Ubudiyah, Kelurahan Bandarsono Lingkungan 4 Kecamatan Padang Hulu, Tebing Tinggi untuk warga yang terdampak dari banjir selama banjir masih merendam rumah warga.

“Dapur umum sudah kita siapkan untuk warga yang terkena banjir di Masjid Ubudiyah, Kelurahan Bandarsono Lingkungan 4 Kecamatan Padang Hulu, Tebing Tinggi, dibantu oleh relawan kita yang berdomisili di Tebing Tinggi untuk membantu menyiapakan makanan yang bergizi, serta didapur umum ini kita juga menerima bantuan dari para masyarakat yang ingin berdonasi,” ujarnya.

Sementara, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan banjir di Kota Tebing Tinggi terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan kota.

“Kiriman air juga menyebabkan debit air Sungai Padang dan Bahilang meluap,” kata Abdul Muhari.