MRI-ACT

Aceh Timur Diterjang Banjir, Korban Terdampak Mulai Diserang Penyakit

Aceh, relawan.id – Banjir di sebagian daerah dalam Kabupaten Aceh Utara mulai surut pada hari keenam, Kamis (06/01/2022).

Namun, di sebagian wilayah masih terjadi kenaikan debit air hingga 1,5 meter.

Relawan MRI-ACT Lhokseumawe, Hidayatullah mengatakan, para korban banjir Aceh Utara mulai mengeluhkan gatal-gatal, diare, demam, dan flu. 

Hidayatullah mengatakan layanan medis dan obat-obatan menjadi bantuan yang mendesak diperlukan.

“Selain logistik pangan, korban memerlukan obat obatan yang meliputi obat diare, flu, demam dan gatal-gatal,” jelas Hidayatullah, Kamis (6/1/2022).

Hidayatullah melanjutkan, Rabu (5/1/2022) kemarin, tim tanggap darurat ACT dan MRI juga telah mendistribusikan bantuan ke beberapa titik terdampak banjir yakni Desa Meunasah Manyang, Desa Ijoe, Desa Meunasah Tingkeup, dan Desa Dayah. Bantuan berupa pakaian baru, pangan, dan keperluan sehari-hari diberangkatkan dari Pos Kemanusiaan ACT di Tugu Selamat Datang Lhoksukon.

“Ada beberapa kampung yang masih terisolir dan belum dapat dijangkau. Sehingga masih banyak korban yang belum mendapat bantuan. Relawan MRI saat ini masih terus mengasesmen daerah yang terisolir agar bisa segera melakukan evakuasi atau mendistribusikan bantuan,” jelasnya. 

Banjir di Aceh Utara terjadi sejak awal tahun 2022. Sebanyak 14 kecamatan di Aceh yaitu Kecamatan Dewantara, Banda Baro, Sawang, Got Girek, Matangwuli, Lhoksukon, Pirak Timur, Tanah Luas, Samudera, Paya Bakong, Geureudong Pase, Langkahan, Syamtalira Aron, dan Kuta Makmur, terendam.