Dukung Anak Belajar Ngaji, MRI Bangka Distribusikan Wakaf Iqro untuk TPA

Bangka, relawan.id – Mempelajari cara membaca Al-Qur’an yang baik dan benar sudah seharusnya dilakukan sejak usia dini. Sudah tak asing untuk masyarakat membiasakan anak-anaknya untuk mempelajari cara membaca Al-Qur’an di Tempat Pengajian Anak (TPA) maupun di majelis-majelis yang disediakan oleh pengurus masjid.

Di Wilayah Pulau Bangka, hingga saat ini masih banyak terdapat majelis maupun TPA yang membantu anak-anak untuk mempelajari cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Dalam rangka mendukung proses pembelajaran serta memenuhi kebutuhan sarana prasarana anak-anak belajar di TPA dan Majelis, Global Wakaf-ACT Bangka bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Bangka mendistribusikan Wakaf Iqro untuk TPA dan majelis-majelis yang ada di Pulau Bangka.

Program ini merupakan program yang telah dilaksanakan sejak tahun 2019 dan masih terus berjalan hingga saat ini untuk wilayah Pulau Bangka.

“Alhamdulillah, hingga saat ini relawan MRI Bangka telah mendistribusikan ratusan wakaf iqro dan ribuan wakaf mushaf Al-Qur’an yang merupakan titipan dari Sahabat Dermawan. Semoga dengan adanya program Wakaf Iqro ini dapat membantu para santri untuk terus mempelajari cara membaca Al-Qur’an yang baik dan benar,” ungkap Ketua DPD MRI Bangka, Kendedi.

Pekan ketiga Bulan Juni ini, MRI Bangka telah mendistribusikan Iqro wakaf kepada puluhan anak-anak yang belajar mengaji di Majelis Masjid Nurul Ihsan, Air Kura-Kura, Kabupaten Bangka. Kehadiran Iqro wakaf ini disambut dengan antusias oleh anak-anak yang belajar mengaji di Masjid ini. Mereka merasa senang mendapatkan iqro baru untuk mereka baca setiap harinya.

Sambutan hangat juga disampaikan oleh Ketua Masjid Nurul Ihsan, Ustadz Solihin, kepada Sahabat Dermawan yang telah mewakafkan sebagian hartanya untuk membantu anak-anak terus mempelajari Al-Qur’an khususnya di Masjid Nurul Ihsan ini. Ia juga menyampaikan program mengaji yang telah diterapkan selama beberapa waktu ini untuk anak-anak yang tinggal disekitaran Masjid Nurul Ihsan.

“Saat ini tidak sedikit anak-anak yang sudah ketergantungan gadget. Oleh karna itu, Kami setiap harinya menerapkan program 6-9 yaitu mengaji ba’da Maghrib dan melaksanakan sholat berjama’ah hingga ba’da Isya agar anak-anak lebih mendalami ilmu agama dibandingkan bermain gadgetnya,” jelas Solihin.