Pulang Kampung, Munandar Bangun MRI di Aceh

Aceh, relawan.id – Erupsi Gunung Sinabung pada 2013 lalu menjadi momentum Akhi Munandar bergabung dengan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Medan. Tiga tahun menjadi relawan di Medan, Munandar pulang kampung ke Aceh dan mendirikan MRI Aceh. 

Saat mendirikan MRI Aceh, Munandar mendapat tantangan mensosialisasikan MRI ke seluruh wilayah di Aceh karena wilayahnya yang luas.

“Relawan di Aceh sejak tsunami 2004 banyak, namun tidak terkoordinasi. Akhirnya saya bertekad mendirikan MRI Aceh sebagai wadah. Ada 23 kabupaten atau kota di Aceh, tantangannya harus dikunjungi dari satu wilayah ke wilayah lain,” kata Munandar beberapa waktu lalu. 

MRI Aceh masih kompak hingga saat ini. Menurut Munandar, sejak awal bergabung menjadi relawan, orientasinya bukanlah uang. Ia menjalani kegiatan sebagai relawan dengan riang dan ikhlas. 

“Ibarat hobi mancing, kita rela jor-joran mengeluarkan biaya untuk sewa kapal, beli alat-alat pancing, dan meluangkan waktu. Begitu juga kita berorganisasi dan menjadi relawan, kita berikan apa yang kita punya baik tenaga maupun materi,” ujarnya. 

Selain hobi, tujuan menjadi relawan untuk mensejahterakan warga Aceh. Kehadiran dan dukungan cabang ACT di Aceh semakin menguatkan kekompakkan 1.500 relawan MRI di Aceh.

Selama menjadi relawan, Munandar tidak akan melupakan satu momen ajakan kemanusiaan. Saat itu, MRI Aceh sedang menggalang dana untuk bencana. salah seorang warga lansia sampai mengejar para relawan karena rumahnya tidak dihampiri. 

“Nenek itu bilang ‘kenapa tidak datang ke rumahku? Saya juga sanggup ikut membantu’ Ternyata pengalaman ini juga dirasakan teman-teman relawan lainnya. Bantuan yang diberikan tidak melulu uang, kadang beras. Jadi, semangat warga Aceh untuk memberi sangat luar biasa. Itulah yang menguatkan kami,” katanya.