MRINews– Ahad (02/9) Gempa mengguncang lombok lebih dari 1900 kali dalam satu bulan. Jumlah yang luar biasa. Dua gempa diantaranya merusak mulai dari lombok timur, utara , barat, tengah dan sebagian kota Mataram. Lebih dari 390 ribu orang mengungsi karena rumah yang mereka miliki hancur atau rusak tak layak dihuni.

Seorang Balita sedang menikmati makanan yang disiapkan Tim IFE (Sumber : MRI)

Diantara pengungsi lebih dari 70.000 adalah  balita yang membutuhkan makanan khusus. Balita yang berada di pengungsian seharusnya mendapatkan makanan  yang berbeda dengan makanan orang dewasa. Hal ini kerap terlewat ketika keadaan bencana.  Makanan khusus balita ini dinamai infant feeding emergency (IFE).

Berlokasi di Desa Karang Grepek, Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Tim Relawan MRI ACT menyiapkan IFE (infant feeding emergency) berupa  pemberian asupan bubur sumsum untuk disajikan kepada balita.

Tim IFE menjelaskan makanan sehat untuk balita dari bahan bahan yang sederhana ada disekitar (Sumber : MRI )

Sebelum bubur sumsum dibagikan, Tim IFE terlebih dahulu memberikan penyuluhan kepada ibu dan balita. Penyuluhan mengenai gizi yang baik dan cara yang tepat dalam mencuci tangan ini disampaikan oleh relawan Aisyah dan Farah ahli gizi asal Jakarta.

Warga pengungsi merespon sangat baik kegiatan ini, terbukti meski hanya simulasi tanpa air banyak ibu-ibu dan anak-anak yang ikut mempraktekkan cara mencuci tangan yang baik dan benar.

Bubur sumsum adalah salah satu MPASI (makanan pendamping asi) dengan bahan dasar makanan yang mudah didapatkan, seperti: tepung beras, susu/santan, juga gula aren. Memudahkan orang tua ketika ingin membuatnya sendiri dalam kondisi terbatasnya bahan makanan di pengungsian.

Keseruan para balita yang mendapatkan makanan tambahan (sumber : MRI )

Kandungan gizi yang terdapat pada bubur sumsum adalah karbohidrat dan protein, yang terdapat pada tepung beras dan susu. Tekstur yang lembut dan bahan yang memang diperuntukan untuk balita membuat bubur sumsum cocok dibagikan. Juga tim IFE menggunakan susu sebagai pengganti santan karena penerima manfaat adalah balita.

Posko ACT unit  desa Karang Krepek, Kecamatan Gangga ini dipilih sebagai tempat aksi IFE karena jumlah usia balitanya cukup banyak kurang lebih 50 balita, dan sebagian besar balita menderita diare, alasan tersebutlah yang menggerakan IFE untuk terjun penyuluhan ke posko tersebut.

IFE mempunyai target aksi minimal seminggu 3 kali dan untuk lokasinya berdasarkan assessment posko terlebih dahulu . Program di akhiri dengan membagikan bubur sumsum dan makan bersama. Terlihat wajah ceria balita desa Karang Grepek ketika bubur sumsum masuk kedalam mulut kecil mereka. Gempa memang menimbulkan korban, namun dibalik itu semuanya, percayalah ada hikmah dan pelajaran penting yang kita dapat.

Tim IFE terus bergerak dari dusun ke dusun, dari desa ke desa , merambah wilayah dimana balita itu tinggal. Dengan semangat relawan , tim IFE terus berjibaku untuk memberikan edukasi makanan balita yang sehat dan memenuhi kebutuhan gizi.

Semangat tim IFE….