Matahari baru merangkak naik ketika puluhan orang berseragam kaos hitam bertuliskan ‘volunteer camp (VC) batch 10 Sumatera Barat ‘ berbaris rapi menghadap sang Merah Putih di tengah lapangan. Wajah wajah penuh semangat itu berdiri tegak menunggu aba aba dari komandan upacara . Sementara Inspektur upacara , Pak Fadly, Kepala cabang ACT Sumatera Barat memasuki lapangan upacara.

Udara pagi yang sejuk mulai berganti dengan terik Matahari. Upacara pembukaan Volunteer Camp batch 10 dimulai. Suasana khidmat , hening, yang terdengar hanya suara pemandu upacara diikuti oleh suara ‘menggelegar’ komandan upacara memberikan perintah.

Upacara pembukaan memang sakral, selain melatih kedisiplinan, peserta juga diingatkan dengan rasa cinta tanah air dan semangat bela negara. Ya, namanya juga upacara harus rapi dan sakral.

Volunteer camp batch 10 Sumatera Barat diikuti tak kurang dari 116 peserta dari berbagai kota dan kabupaten di Sumatera Barat (usut punya usut , ini peserta terbanyak selama volunteer camp diadakan ). Ada yang datang dari Solok , Solok Selatan, Payakumbuh, Bukit tinggi, padang sedempuan hingga ada peserta yang rela jauh jauh dari Bogor.

Kalau bukan karena semangat relawan yang menyala , rasanya tak mungkin peserta mau jauh jauh datang. Tahu tidak ? posisi volunteer camp berada di Korong Surantiah, Kenagarian Lubuk Alung. Kalau dari Kota Padang sekitar 1  jam perjalanan. Itu kalau jalanan lancar.

Lokasinya masuk kedalam dari jalan raya Padang- Bukittinggi. Kurang lebih 3 Km. Jalannya tak seluruhnya beraspal. Mendekati lokasi VC peserta akan dihadang jalan berbatu batu. Namun itulah nikmatnya. Lokasi perkemahan VC mengambil tempat disebuah tanah lapang yang hanya berjarak sekitar 1 Km dari sisi sungai Babang Indah.

Jangan ditanya keindahan alam Korong Surantiah, karena dikelilingi bukit barisan , jadi sepanjang mata memandang gugusan tanaman hijau yang terlihat. Suasana sebuah desa yang mayoritas petani ini sangat terasa . Dihalaman rumah penduduk, banyak ditemui buah asam kandis yang sedang dijemur. Asam kandis biasanya dijadikan bumbu penyedap , dijual antara 4 ribu hingga 8 ribu rupiah setiap kilogramnya. Selain itu tanaman padi menjadi tanaman andalan di korong ini.

Presiden MRI , Syuhelmeidi Syukur sedang memberikan materi (data : Seknas MRI)

Relawan itu Banyak Akalnya

Setelah upacara , peserta VC mendapatkan pengenalan dasar tentang spirit kerelawanan dan juga kelembagaan ACT dan Juga MRI. Hebatnya, materi ini langsung disampaikan oleh Presiden MRI, Pak Syuhelmeidi Syukur yang ternyata asli orang minang lho.

Bapak dua anak ini menyampaikan materi didalam  surau tak jauh dari lapangan perkemahan. Bangunan permanen yang paling bagus di korong Surantiah ini menjadi tempat menimba materi . Suasana pemberian materi berjalan seru. Ketika sesi tanya jawab dibuka. Banjir pertanyaan dari para peserta yang penasaran ingin tahu lebih dalam tentang relawan MRI dan kelembagaan ACT.

Hingga mendekati adzan Zuhur, pertanyaan masih bertubi tubi. Beruntung MC yang digawangi Uda Erwin , yang juga ketua umum MRI Sumatera Barat berhasil menyudahi acara dengan baik. Karena menurut uda Erwin secara berkelakar , “ lebih mudah menghentikan macan berjalan ketimbang menghentikan orang Sumbar bicara “.

Selesai materi pak Syuhelmeidi Syukur , Relawan mendapatkan jatah makan siang. Uniknya, peserta makan dalam nampan besar dengan 4 hingga 6 orang. Lauknya walau sederhana namun terasa nikmat karena kebersamaan yang terjalin.

Diskusi Kelompok dalam Sosial Mapping (sumber : Seknas MRI)

Coba, makan bersama dalam satu wadah , gimana tidak seru ? setiap relawan harus pintar pintar mengamankan jatahnya. Walau tak terjadi perebutan makanan , relawan harus punya ‘akal’ agar makanannya tetap utuh (he..he )

Relawan Cinta Tanah Air, Relawan Punya Empati Sosial

Tahu tidak apa yang paling keren dari relawan ? Seragamnya , Gayanya, atau apanya ? Ada yang tahu ?
Yup, relawan itu keren kalau mampu memiliki peran positif di masyarakat. Mampu menggerakkan masyarakat, mau mengambil peran sebagai solusi masalah yang ada. Itu KEREN BIN MANTAP.

Nah, peserta VC Sumbar yang diharapkan jadi relawan tangguh MRI dibekali materi khusus, Bela negara dan wawasan Kebangsaan. Materi ini langsung disampaikan Kapten (armed) Azral Koto, yang berdinas di Kodim Padang Pariaman.

Diberikannya materi wawasan kebangsaan agar relawan paham, bahwa relawan harus mampu menjadi patriot yang ada di garda terdepan untuk membela negara. Mencintai bangsanya dengan segenap semangat relawan yang berkobar.

Aneh rasanya kalau ada relawan yang malah tak menjadi pionir bela negara , karena sesumgguhya kemerdekaan bangsa ini juga di sokong para relawan relawan kemerdekaan yang mau berkorban jiwa, raga, waktu dan materi. Tak tanggung tanggung , membela dengan segenap hati nurani.

Tinggal relawan MRI yang akan mewarisi semangat kemerdekaan tahun empat puluh lima. Semangat rela berkorban tanpa mengaharap pamrih apalagi mencari keuntungan pribadi. Yuk semangat relawan MRI…

Ini dia Panitia VC Sumbar

Selepas materi Wawasan Kebangsaan, peserta VC juga mendapatkan materi Social Mapping sebagai dasar pengetahuan untuk melakukan sebuah program pemberdayaan berbasis masyarakat. Peserta diminta jalan jalan sore (JJS) mengikuti arah petunjuk dengan menyusuri desa. Mendalami potensi , permasalahan hingga menyimpulkan kegiatan pemberdayaan yang bisa dilakukan di wilayahnya masing masing.

Memang sih, untuk melakukan kegiatan pemberdayaan diperlukan sebuah kerja yang tidak mudah , harus mampu mendalami kebutuhan masyarakat dan mampu mengimplementasikannya dalam kegiatan nyata.

Ini Asiknya Volunteer Camp Sumbar

Volunteer Camp sejatinya acara asik bagi peserta pemula yang akan bergabung sebagai relawan MRI. Memang seharusnya pula acaranya dibuat asik. Selain ada upacara pembukaan dan materi indoor. Paling banyak acara outdoor.Termasuk pelatihan dasar ketrampilan Pendirian tenda, Fire Rescue dan First Aid.

Senam Pagi di tengah alam terbuka (sumber : Seknas MRI)

Ya, seperti camp di alam bebas. Mengadakan acara api unggun dengan segala kehebohannya. Lalu ada acara jalan jalan desa, humanity action. Berbuat nyata untuk masyarakat setempat. Pokoknya semuanya harus dibuat asik.

Setiap peserta diajak untuk bersemangat dengan agenda agenda seru. Senam pagi dialam bebas, membuat pertunjukan kelompok dengan gaya uniknya masing masing. Ada gelak tawa, ada keseruan yang didapat. Ada pengalaman baru yang diperoleh, pokoknya banyak hal positif yang didapat.

Yang pasti , banyak teman baru dari berbagai daerah , banyak cerita menarik yang bisa disampaikan kembali.
Nah, gimana, tertarik bergabung menjadi relawan MRI, mau ikut volunteer camp didaerahmu , cek disini : www.relawan.id/daftar-relawan