MRINews-Ciputat (14/10) Udara siang tak menghalangi keseruan acara “Ngobrol Santai” yang digagas pengurus MRI Jakarta Raya (Jakray). Gaya lesehan menjadi pilihan. Duduk dibawah rindangnya pepohonon di kawasan Situ gintung yang asri. Sederhana, tapi semangat yang hadir pada acara siang itu tidaklah sederhana.

Membawa pesan kuat untuk sebuah kerja kerelawanan disetiap korda. Tak pelak, kehadiran para koordinator daerah (korda) membawa rencana kerja yang akan diimplementasikan didaerahnya masing masing. Kerja Relawan MRI Jakray menembus banyak tempat, seperti ketika relawan MRI Jakray membangun pendidikan alternatif yang bersifat nonformal di Kampung pemulung, di daerah Sudimara, Tangerang Selatan.

Pola edukasi , menjadi satu pola kerja MRI Jakray yang menonjol. Pelatihan Mitigasi bencana, Sekolah Siaga Bencana (SSB) yang menyasar banyak sekolah , termasuk bersinergi dengan pihak Kampus. Pelatihan  yang dilakukan bersama Mahasiswa IPB pada 7 Oktober 2017.

Acara yang berlangsung memang benar benar santai, beberapa kudapan seperti cilok muncul sebagai penyatu ‘hati’ para relawan. Sambil duduk bersila diatas tikar. Ketua MRI Jakray, Dicky Irawan memberikan kata sambutan. Acara ini juga dihadiri Direktur Eksekutif MRI Pusat, Dwiko Hari Dastriadi.

Kehadiran Direktur Eksekutif MRI ini sedikit banyak memberikan motivasi agar relawan MRI Jakray semakin bersemangat untuk membuat karya dan kerja kemanusian. Apalagi Jakarta merupakan barometer Indonesia. Etalasenya Nusantara.

Duduk lesehan menjadi cara santai namun tetap fokus (dok : MRI Jakray)

Aktifnya  relawan MRI Jakray bisa menjadi ‘tanda’ bahwa MRI secara nasional bergeliat positif. Ditopang oleh korda yang tersebar dari Karawang hingga Kabupaten Tangerang. Dari Bogor hingga Kepulauan Seribu. Menjadikan MRI Jakray punya potensi dan peluang yang sangat besar.

Dari sisi jumlah penduduk, Jabotabek merupakan kawasan padat perkotaan dengan seribu macam problem. semua masalah ada di Jabotabek. Hal ini tentu menjadi peluang besar untuk relawan MRI Jakray membuat kegiatan atau program. Tak melulu soal kebencanaan.

Karena tantangan MRI Jakray lebih kepada permasalahan sosial, pendidikan nonformal, kesehatan , advokasi, lingkungan,  dan masalah ala urban lainnya. Kalau bicara masalah kerja, MRI Jakray tak akan kehilangan bidang garapan. Besarnya masalah di Jabotabek dan Karawang tentunya juga harus ditopang soliditas relawan.

Guyubnya relawan MRI harus terlihat dalam memberesi permasalahan yang ada disekitar. Nilai kebersamaan harus menjadi semangat bersama. Dan siang itu,acara “ngobrol santai” menjadi penguat , dimana hadir juga para utusan komunitas dan juga utusan mahasiswa.

dok : MRI Jakray

Dari komunitas , hadir komunitas KAPELA yang bergerak dibidang lingkungan, bank sampah dan dari kampus hadir utusan mahasiswa dari IPB, Bogor. Peserta yang hadir paling jauh berasal dari Kabupaten Sukabumi, yaitu Ceu Siti Mariam, selaku ketua Korda Sukabumi.

Acara “Ngobrol Santai” MRI Jakray tentu punya misi. Dan misi itu akan menjadi harapan agar relawan dan komunitas bisa saling bersinergi untuk menghasilkan karya besar. Setelah capaian MRI Jakray di banyak bidang, akan ada capaian berikutnya. Yuk kita tunggu aksi MRI Jakray selanjutnya…(RN)