Sleman, relawan.id-Relawan bukanlah pohon yang tumbuh dan hanya memberikan manfaat kepada sekitarnya saja. Tapi lebih dari itu, gerakan relawan harus menjadi  seperti bola salju yang turun dari puncak gunung es. Semakin ia berani terjun semakin pula ia membesar. Dimulai dari halyang kecil, perlahan tapi pasti hingga membesar.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Markom Masyarakat RelawanIndonesia (MRI) Pusat, Dicky Irawan saat berbicara dalam sesi kelas Pra-Winning Presentation yang diselenggarakan  Akademi Relawan Indonesia (ARI) di Komplek ARI, Pakem, Sleman.

“Menjadi relawan jangan hanya menunggu program turunan. Buatlah inisiasi. Karena pola take and give tidak berlaku dalam kerelawanan. Melainkan give-give-give,” jelas Dicky, Ahad (3/2/2019).

Dalam usaha berperan untuk masyarakat, lanjut Dikcy, sebagai seorang relawan memang tidak mudah.  “Sebagai pelayan umat maka kita yang akan paling pusing dalam manajemen waktu, karena setiap waktu akan terpikirkan bagaimana kita bisa memberikan kebaikan untuk masyarakat,” jelasnya.

Kunci sukses dari seluruh tugas itu menurut Dicky ada pada rumus Action – Communication – Trust. Setidaknya 25 orang relawan MRI Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terlihat sangat antusias mengikuti sesi kelas itu.

Pra Winning Presentation Class merupakan awal dari kegiatan Winning Class Presentation Training yang diberikan kepada relawan.

“Dengan harapan relawan memiliki jiwa seorang penggerak,seorang marketing kemanusiaan yang bisa mengajak niatan kebaikan masyarakat lebih banyak lagi,” ujar Lailatul Hanifah selaku Tim ARI.