Jakarta (4/7)- Nama bang Yohandromeda Syamsu (biasa disapa bang Yohan) sering saya dengar. Sebagai admin saya acapkali mendengar nama bang Yohan disebut terkait  berdirinya  Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) di Kota Banjarbaru pada 22 April 2005. Dalam akte pendirian nama bang Yohan tertera pada posisi sekretaris jenderal berdampingan dengan nama pak Ahyudin sebagai ketua umum.

Saya sangat tertarik untuk menulis siapa bang Yohan ini. Maka sayapun mulai menanyakan kepada pimpinan MRI, Pak Dwiko Hari Dastriadi dan Mas Ruli Renata , dua orang yang tahu persis dan bisa bercerita cukup banyak tentang bang Yohan.

Tak puas sampai disitu, saya langsung berselancar didunia maya untuk melacak lebih jelas. Tulisan bang Yohan sendiri nampaknya cukup banyak bertebaran di dunia maya. Blog pribadinya pun langsung saya ‘plototi’ . Artikel artikelnya beragam. Sama dengan profesi dan hobinya yang banyak.

Sekilas saya menemui orang yang ‘maniac’ berorganisasi. Dalam artikel yang ditulisnya sendiri di laman blog pribadinya saya mencatat aktivitas beliau yang sudah malang melintang : Dosen, peneliti, imunolog, kolumnis, motivator, ustadz, relawan kemanusian, aktivis sosial , selain itu bang Yohan juga tercatat pernah ikut mendirikan beberapa organisasi baik secara langsung atau ikut terlibat bersama tim lainnya.

Salah satu lembaga yang pernah didirikannya bersama pak Ahyudin, Syuhelmaidi Syukur, dan Efri S Bahri adalah Masyarakat Relawan Indonesia (MRI). Bang Yohan bahkan menuliskan dalam paragraf khusus tentang berdirinya MRI , berikut petikannya :

Pada tahun 2005, Ia (bang Yohan-red) bersama Ahyudin, Syuhelmaidi Syukur dan Efri S. Bahri, setelah melalui diskusi dan pengalaman panjang dilapangan tragedi kemanusiaan diberbagai wilayah di tanah air, mendeklarasikan berdirinya ormas Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) di Aula Bapelkes Banjarbaru, pertengahan April 2005 lalu. Sebuah ormas yang digagas untuk menghimpun kekuatan relawan dan kerelawanan masyarakat Indonesia, yang berkantor pusat di kawasan pertokoan Ciputat Tangerang. Bersama ormas ini, Ia dan rekan-rekannya menghimpun banyak potensi masyarakat melalui penggalangan dana, pembentukan opini publik, pelatihan kerelawanan dan relawan tanggap bencana berskala lokal maupun nasional, termasuk menerjunkan langsung para anggotanya kemedan bencana yang tersebar tidak hanya di wilayah Indonesia, namun aktifitas MRI sampai ke manca negara. Sebut saja, Pakistan, Afganistan, Libanon, dan Palestina, beberapa negara dimana disaat terjadinya bencana kemanusiaan MRI mengirimkan donasi berikut anggotanya kewilayah tersebut

Lelaki yang lahir di Payakumbuh 8 September 1973 memang lekat dengan dunia kemanusian. bang Yohan pernah turun di beberapa lokasi bencana, seperti Tsunami Aceh , Gempa Yogyakarta, Banjir Bandang Jember, Gempa Padang, Jebolnya Situ Gintung dan hampir semua bencana yang ada di Kalimantan selatan dimana bang Yohan bermukim.

Bang Yohan (Alm) berfoto bersama keluarga

Lelaki Tangguh yang Menyenangkan

Sebagai orang minang yang merantau, Bang Yohan paham betul pepatah ‘dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung’. Bang Yohan mampu menggunakan tiga bahasa daerah dengan sangat baik, bahasa Banjar dimana beliau bermukim, bahasa Sunda dimana ia pernah menimba ilmu dan juga dimana istrinya ( Tini Elyn Herlina) yang berasal dari kota Bandung dan tentunya bahasa minang sendiri.

Dalam laman blog salah seorang kawan karibnya windede.com, Bang Yohan dituliskan sebagai orang yang penuh perhatian, punya banyak ide segar, dan berkomitmen untuk menjalankan apa yang diyakininya, berikut  petikannya :

Begitulah Yohan. Sahabat yang selalu penuh perhatian. Bila dalam rentang waktu yang panjang kami tak saling berkomunikasi, selalu saja dia yang menyapa duluan. Sekadar bertanya kabar, lalu mendoakan. Dia kawan yang bila berada di dekatnya kita merasa nyaman. Ramah dan selalu menebar semangat kebaikan. (Erwin D Nugroho) 

Berfoto ketika membantu korban tsunami Aceh ( Januari 2005),

Bang Yohan memang relawan tangguh, beliau bersama teman temannya juga mendirikan Radar Banjar Peduli (RBP). Lembaga yang berkhidmat untuk kemanusian ini punya program yang cukup banyak, Baik program kebencanaan , penggalangan dana hinga program karitatif.

Erwin D Nugroho (salah satu pendiri RBP) dalam artikel khusus yang ia dedikasikan untuk bang Yohan menuliskan secara cukup detail kegiatan sosial yang biasa dilakukan bang Yohan.

Kegiatan (kemanusian)  serupa sudah tak terhitung jumlahnya di wilayah Kalsel sendiri. Menggelar aksi kepedulian di lokasi-lokasi bencana banjir dan kebakaran, juga yang rutin-rutin hampir setiap pekan seperti pengobatan gratis ke kampung-kampung. Yohan memimpin sendiri aksi-aksi tersebut. Terjun ke lokasi berbaur bersama relawan dan masyarakat. Tubuh bongsornya selalu tampak dominan di tengah orang-orang yang gembira memperoleh bantuan.

Bang Yohan merupakan salahsatu pencetus berdirinya MRI, lembaga kerelawanan yang terus tumbuh menjangkau seluruh Indonesia. Relawan MRI datang dari berbagai wilayah , dari berbagai profesi dan dari berbagai usia. Dunia kerelawanan adalah dunia bang Yohan. Ditengah kesibukannya mengajar, menjadi motivator, , menulis di media massa, meneliti tentang kesehatan (immunolog) , bang Yohan masih menyempatkan untuk mengurus lembaga kemanusian hingga turun kedaerah bencana..

Bang Yohan merupakan tipe pembelajar setia, pendidikan ia lalui mulai dari jenjang diploma di Akademi Analis Kesehatan di Bandung lalu menyelesaikan pendidikan sarjana kesehatan masyarakat di Universitas Airlangga, Surabaya pada 2002 . Ditempat yang sama bang Yohan juga menuntaskan jenjang program magister kedokteran dengan program studi Imunologi yang diselesaikan pada tahun 2008.

Karena kecintaannya pada bidang keilmuan, bang Yohan juga menuangkannya dalam bidang penelitian dan mengajar di beberapa kampus di Kalimantan selatan. Dosen yang tak pernah lelah ini masih mengisi rubrik kesehatan seminggu sekali ke Radar Banjarmasin dan beberapa media nasional .

Berfoto bersama Istri tercinta ( Tini Elyn Herlina)

Pergi Dalam Usia Muda

Sebagai pribadi yang sangat peduli dan senang bergaul bang Yohan punya banyak teman, lingkungannya boleh dibilang lintas profesi. Sebagai orang yang bergelut didunia kesehatan , bang Yohan juga aktif di dunia da’i, bahkan menjabat sebagai sekeretaris umum di Ikatan Dai Indonesia (IKADI) cabang Kalimantan Selatan. Bang Yohan juga berkawan baik dengan wartawan , jurnalis, pengusaha hingga para birokrat pemerintahan.

Sebagai motivator, bang Yohan memegang lisensi senior trainer berskala nasional dari LMT Trusco cabang Banjarmasin. Kesukaannya berbagi ilmu juga ia lakukan dibidang motivasi dan inspirasi . Dalam laman blog pribadinya , bang Yohan menuliskan semua institusi yang pernah ia berikan sesi pelatihan. Ada ratusan jumlahnya dan lintas profesi, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja swasta, pegawai negeri , relawan hingga para guru.

Aktifitas bang Yohan memang bertumpuk. banyak hal yang ia kerjakan. mimpinya untuk memberikan pendidikan terbaik , ia wujudkan dengan terlibat dalam pendirian sekolah unggul berbeasiswa di Parung Bogor. Lewat usahanya banyak anak anak Kalimantan selatan yang berprestasi bisa bersekolah gratis ke sekolah unggul di Parung, Bogor.

Begitulah bang Yohan , aktivitasnya menebar kebaikan tak pernah surut, dunia kerelawan tak pernah ia tinggalkan. Walau sibuk ia tetap turun dilapangan untuk mengalirkan kebahagian berbagi.

Bang Yohan memang relawan kemanusian sejati. Kiprahnya tercatat rapi hingga ajal menjemputnya pada 4 juli 2015 di Banjarbaru . Usianya baru 42 tahun, usia yang masih sangat produktif . Bang Yohan memang inspirasi relawan, banyak hal yang bisa kita pelajari dari diri beliau.

Pekerja keras, pembelajar setia, pemikir cerdas, implementator lapangan, pengonsep strategis semua ada di diri bang Yohan. Semoga amal kebaikan bang Yohan lakukan semoga menjadi jalan baginya menuju Surga di tingkat tertinggi.

Mari kita berdoa untuk bang Yohan…semoga khusnul khotimah. Aamiin.