Buaya, merupakan hewan reptil yang biasa hidup di sungai dan rawa. Buaya merupakan pemangsa liar yang mematikan. Bayangkan bila buaya ini lalu lalang di sungai yang padat penduduk . Tentu hal ini sangat berbahaya. Terutama bagi anak anak dan kaum wanita.

Seperti yang dilaporkan Ketua MRI Kabupaten Bandung, Atep . Sejak Ahad (3/6) seekor buaya ukuran besar muncul di sungai Citarum  tepatnya di Kampung Parunghalang, Kelurahan Andir kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung. Hal ini tentu meresahkan warga terutama yang tinggal dibantaran sungai.

Keberadaan buaya ini akhirnya menjadi masalah yang harus diselesaikan, maka, tak kurang 5 institusi seperti BBKSDA, Polisi hutan, Taman Safari Bogor dan Kebun binantang Bandung dan relawan MRI ACT Kabupaten Bandung berkolaburasi untuk menangkap buaya yang kadang muncul dan hilang dialiran sungai Citarum.

Alih alih untuk menangkap, buaya muara ini nampaknya termasuk hewan yang agrsif dan pandai berkelit. Upaya untuk menjaring nampaknya tak menunjukkan hasil.

Tembak Bius

Berdasarkan evaluasi dan untuk menghindarkan bahaya warga sekitar sungai Citarum maka operasi penangkapan akan menggunakan metode tembak bius. Ketika hewan reptil ini tertembaj maka tim akan segera menjaring hewan yang punya bobot ratusan kilogram ini.

Hingga saat ini , upaya penangkapan buaya masih terus dilakukan . Bahkan laporan terakhir menurut Kang Atep , buaya masuk kedalam gorong gorong.

Itu pertanda , pencarian akan terus berlangsung. Relawan MRI rupanya tak hanya melulu bergulat dengan SAR untuk manusia, seekor buaya pun akan menjadi masalah tersendiri. Dan inilah SAR buaya dari relawan MRI Kabupaten Bandung.