Yogyakarta,Ahad (29/7)-Menjadi relawan sejatinya tak ada batasan. Siapa saja boleh menjadi relawan. Laki laki, perempuan , tua , muda, bebas untuk bergabung menjadi relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI). Dari berbagai latar belakang suku, agama , golongan hingga profesi.

Seperti yang terjadi ketika MRI Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan Orientasi Relawan Batch VI. Peserta datang dari berbagai macam usia, profesi dan pendidikan. Mereka disatukan oleh semangat untuk untuk belajar mengetahui dunia relawan. Yang mungkin bagi sebagian orang masih asing.

Relawan menyimak penjelasan dari Narasumber , Andri Perdana, Ketua MRI DIY (dok : MRI Yogyakarta)

Orientasi Relawan merupakan awal bagi calon relawan mengenal dunia relawan secara lebih komprehensif. Dengan mengikuti orientasi , orang orang yang tertarik dengan kegiatan relawan diajak untuk mengenal apa saja kegiatan relawan, motivasi menjadi relawan, cluster relawan , kelembagaan ACT dan MRI hingga mendengarkan testimoni dari relawan MRI yang telah lama tergabung.

Mengambil tempat di Akademi Relawan Indonesia (ARI), Orientasi relawan batch VI diikuti 22 peserta dari berbagai latar belakang profesi, ada yang berprofesi sebagai guru, mahasiswa, anggota komunitas pencinta alam hingga ibu rumah tangga.

Suasana orientasi relawan , menjadi relawan itu butuh proses (sumber : MRI DIY)

Ada pemandangan unik ketika berlangsungnya acara orientasi relawan, seorang peserta hadir membawa anggota keluarganya lain. Semangatnya ingin menjadi relawan patut diacungi jempol.

Seperti yang dituturkan   Ardyant Indrayani (31) ibu satu anak  ketika ditanya motivasinya ikut orientas relawan dan mengajak anaknya.

“Kami mengajak anggota keluarga kami karena menurut kami, MRI merupakan wadah untuk menyalurkan jiwa sosial kami dan dengan wadah ini kami bisa berbagi kepada orang-orang yang memerlukan uluran tangan kami, serta kami rasa dengan bergabung bersama MRI dan ikut serta dalam aksi – aksi kemanusiaan, itu akan memupuk rasa syukur kami kepada Allah SWT, sehingga kami mampu menjadi hamba yang senantiasa bersyukur. Kami juga merasa sangat cocok dan sangat mendukung terhadap Visi MRI yang ingin menjadi pelopor kerelawanan yang profesional sebagai alternatif solusi berbagai permasalahan kemanusiaan menuju masyarakat madani”.

Beliau menambahkan, “Untuk itulah mengapa saya mengajak adik ipar, anak perempuan saya  mengikuti kegiatan Orientasi Relawan Batch VI ini”.

Saling berbagi cerita, menumbuhkan semangat untuk berbagi ( dok : MRI DIY )

Itulah sedikit kisah unik dan menarik pada Orientasi Relawan Batch VI ini, semoga dengan adanya kisah keluarga ini dan bagaimana antusiasme mereka dalam mengikuti Orientasi relawan ini, dapat memberikan kita motivasi bahwa Ketika kita menjadi seorang relawan itu merupakan hal mulia dimana kita belajar untuk peka terhadap lingkungan sekitar kita, dan kitapun belajar untuk selalu bersyukur atas segala yang kita punya, dan tentu saja kita belajar berbagi kepada orang-orang yang membutuhkan uluran tangan kita dan

membuat mereka tersenyum bahagia. Tentu hal tersebut akan menjadi sangat Indah bukan ?

Tulisan kiriman Ketua MRI DIY-Andri Permana dengan beberapa tambahan tanpa merubah isi tulisan-Red