Rabu (3/10), Efek Gempa dan Tsunami Palu-Donggala masih berasa. di Hari ke 6 pasca kejadian. Banyaknya postingan dan permintaan korban para penyintas melalui media sosial membangkitkan satu sisi dalam diri setiap kita yang masih merasa menjadi manusia. Humanity didn’t end yet…..
sejak kejadian gempa diikuti tsunami 28/9 lalu para relawan sudah gelisah bagaimana caranya tuk segera bergerak membantu dan menolong para korban penyintas.. berbagai jalur coba ditempuh, menempuh belasan jam pun ditempuh untuk dapat bersegera membantu saudara di palu dan donggala sulawesi tengah.
Hingga hari ini relawan MRI telah memberangkatkan 100 orang relawan melalui berbagai moda baik jalur darat, laut maupun udara tuk mencapai titik kota Palu dan Donggala. Semangat untuk membantu saudaranya ditampakan para relawan dari berbagai penjuru tanah air

Dari Bali menyambut panggilan,  “sebagai awalan kami kirimkan 5 orang dengan tugas 4 orang bertugas sebagai rescue – evakuasi dan 1 orang sebagai tenaga medis.”  Nyoman Arif Ketua MRI wilayah Bali menyampaikan. Demikian juga Andri Perdana Ketua MRI Wilayah DI Yogyakarta disaat mengantarkan 7 orang relawannya berangkat ke Palu 4 orang bertugas sebagai rescue dan 3 orang tenaga medis. “Kami bersama Palu-Donggala”

Dari Jateng tak ketinggalan Mas Giyanto “Gubenur MRI Jateng” menyampaikan telah menyiapkan “pasukan” dan tahap awal ini memberangkatkan  9 Orang Relawan Rescue untuk Membersamai Palu-Donggala.

 

 

Begitu pula teman-teman relawan banten memberangkatkan 5 orang relawan 4 orang rescue dan 1 orang dokter tenaga medis 

 

Wilayah lain seluruh indonesia pun tengah menyiapkan diri untuk berkontribusi dalam gerakan #IndonesiaBersamaPalu-Donggala

nantikan berita-berita kami selanjutnya…

Salam Kemanusiaan
Relawan MRI “Relawan Sejati Siap Menginspirasi dan berbakti bagi negeri”

(MRI pusat – CIS)