Bengkulu, relawan.id- Pada pembukaan kegiatan Volunteer Camp Series Disaster Management Basic Training (DMBT) di Kepahiang, Bengkulu, Akademi Relawan Indonesia (ARI- MRI) mencatat ada 103 relawan mengikuti pembukaan dan rangkaian materi hari pertama.

Serangkaian materi difasilitasi oleh ARI, BPBD Prov.Bengkulu, Basarnas Prov. Bengkulu, dan DMII berkaitan Filosofi Kerelawanan, Pengelolaan Bencana, SAR dan Total Disaster Management (TDM).

Memasuki hari kedua, Jumat (1/2/2019) para peserta  dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) masih terus semangat dan antusias mengikuti serangkaian materi dan pelatihan yang diberikan. Setelah melakukan aktivitas fisik di pagi hari, peserta langsung membuat bivak berkelompok di lokasi utama kegiatan, di Danau Suro, Ds. SuroIlir, Kec. Ujan Mas.

Sebagai pembekalan kepada relawan, Instruktur memberikan materi Survival & Manajemen Perjalanan.

“Pentingnya seorang relawanmengetahui dasar manajemen perjalanan & skill survival, agar ketika sewaktu waktu terjadi bencana, relawan memiliki standar manajemen pengaturan perlengkapan seperti, helm, sepatu, senter, ransel, dan lainnya,” kata salah seorang instruktur, Dedy Muhardi.

Jadi, dia melanjutkan, saat terjadi kondisi emergency tidak ada lagi relawan yang masih mencari perlengkapan standar untuk  terjun ke lokasi bencana. “Semua perlengkapan stand by sewaktu- waktu dibutuhkan,” jelasnya.

Sehingga, semua relawan yang telah mengikuti Volunteer Camp DMBTselalu siap-siaga dan siap terjun saat terjadinya bencana.

“Jika memungkinkan, misalnya hari ini terjadi bencana, hari ini juga sampai ke lokasi untuk melakukan assesment dan tindak lanjut program penanggulanganbencana”, ujar Dedy.

Sementara itu, Kepala ARI – MRI Andri Perdana menjelaskan, materi yang disampaikan pada DMBT terdiri dari materi materi pengelolaan kebencanaan, seperti Manajemen Posko, P3M, Pengetahuan tentang SAR & ESAR, Survival dan Simulasi Survival.

“Pembekalan skill-skill dasar seperti survival ini diberikan, sebagai bekal bagi relawan Klaster Kebencanaan dalam terjun saat emergency response,” katanya.

Melalui simulasi survival contohnya, peserta akan mendapatkan pengalaman simulasi perjalanan dengan bekal terbatas, dan mendirikan bivak untuk perlindungan diri

“Adapun materi lainnya, seperti Pengenalan Water Rescue,Vertikal Rescue dan Skill Rescue lainnya juga diberikan, itu merupakan skill rescue yang wajib dimiliki relawan,” pungkasnya.