Yogyakarta, relawan.id- Menjadi seorang relawan yang memiliki tugas untuk menyalurkan amanah masyarakat memang tidak mudah. Butuh ketrampilan, kreatifitas, dan komitmen yang tinggi dalam membuat inovasi program.

Menjawab kebutuhan itu, Akademi Relawan Indonesia (ARI) mengadakan Volunteer Class Reguler#2 “Assessment Program” untuk membekali puluhan relawan dari berbagai daerah seperti Kulon Progo, Yogyakarta, Semarang, Sukoharjo, Ngawi, Kudus hingga Jawa Barat.

“Program dan aksi kemanusiaan yang direncanakan dan implementasikan oleh relawan harus dapat menjawab permasalahan di masyarakat, karena melalui assesment dapat menjawab permasalahan tersebut,” kata salah satu pemateri, Andri Perdana dalam sesi pertama, “Humanity ACTion Challenge”.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam berbagai program aksi kemanusiaan, keberadaan relawan merupakan hal yang penting.

Setidaknya tiga hal peran relawan dalam program dan aksi kemanusiaan. Pertama, relawan menemukan akar dari permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.

“Kedua, membantu masyarakat untuk merumuskan solusi dari persoalan tersebut,” tambah Andri, Sabtu (9/2/2019).

Ketiga, lanjutnya, relawan harus memastikan program tersebut akan menggalang kepedulian (filantropi) atau partisipasi masyarakat yang lebih luas.

“Bahkan setiap program yang diimplementasikan itu, dibentuk oleh relawan relawan lokal tingkat desa atau dusun untuk memastikan program tersebut berkesinambungan,” jelasnya.

Pelaksanaan program-program kemanusiaan, juga bukan hanya sekadar memberi dan foto branding, akan tetapi lebih dari itu.

“Kita perlu memastikan kegiatan yang dirumuskan dan implementasikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, hingga berkelanjutan,” jelas Ketua MRI Wilayah Jawa Tengah, Giyanto Alif.

Dalam sesi “Assesment Program” yang dibawakannya, dia menjelaskan ada tiga syarat dalam menyusun program yakni komprehensif (mencakup seluruh aspek), terstruktur, dan berkelanjutan.

“Hal ini lah yang kemudian memaksa kita sebagai seorang relawan untuk memiliki komitmen yang tinggi dalam melaksanakan program baik mulai dari Assessment, Persiapan, Pelaksanaan, hingga Monitoring dan Evaluasi. Bukan sekedar memberi dan numpang branding,” jelasnya.

Sehingga yang perlu diperbaiki dari mindset relawan adalah keyakinan selaku penanggung jawab program. Dia menjelaskan, terdapat empat keyakinan yang minimal harus dimiliki relawan.

“Pertama, Semata-mata mencari ridha Allah. Kedua, semata-mata ingin memuliakan orang lain. Ketiga, mengkhawatirkan generasi setelah kita tidak dapat mengurusi sumber daya tersebut. Keempat, melaksanakan program merupakan amal jariyah,” pungkasnya.