Mataram (2/8)- Dapur umum Aksi Cepat Tanggap (ACT) penuh barang bantuan yang akan dibagikan kepada pengungsi. Sementara para relawan MRI ACT sibuk menyiapkan makanan siap santap yang akan dibagikan kepada para pengungsi. Setiap makanan dibungkus rapi lalu di satukan dalam tas plastik besar yang isinya 30 bungkus. Tas tas plastik besar akan didistribusi ke pos pengungsian di kecamatan Sembalun.

Layanan kesehatan gratis di laksanakan di dua tempat berbeda ( sumber : MRI NTB )

Tak kurang 500 porsi makanan siap santap dibagikan setiap hari dengan menu yang memenuhi standar kalori.Selain membagikan makanan siap santap, ACT juga membagikan kebutuhan pokok, mengadakan layanan kesehatan dan trauma healing untuk anak anak pengungsi.

Setiap relawan menempati tugasnya masing masing, ada yang bertugas di dapur umum, ada yang bertugas membagikan kebutuhan pokok kepada para pengungsi, ada juga relawan yang bertugas di pos layanan kesehatan. Jumlah pengungsi yang tersebar dibeberapa dusun dan desa. Menurut data BPBD Provinsi Nusa Tenggara per 29 Juli  ada 5016 KK atau lebih dari 7780 orang terdampak gempa.

Kebutuhan pokok yang dibagikan berupa beras, air mineral, alas tidur, terpal, selimut, baju , pempers ,pembalut dan beberapa kebutuhan lainnya. Kebutuhan yang sifatnya mendesak seperti makanan siap santap , air bersih, pakaian , perlengkapan kebersihan terus diberikan.

Presiden ACT, Ahyudin sedang memberikan Motivasi ( dok : MRI NTB)

Langsung Ditinjau Presiden ACT 

Rabu (1/8) menjadi momen spesial bagi relawan MRI ACT yang sedang bertugas. Presiden ACT , Ahyudin hadir memberikan semangat. Ahyudin juga mengunjungi pos pengungsian, dapur umum dan melihat langsung layanan kesehatan di dusun ketapang Kecamatan Sambelie, Lombok timur.  layanan kesehatan di dusun ketapang ini menerima lebih dari 200 pasien.

Layanan kesehatan juga diadakan di desa Sukadana Kecamatan Bayan. Di lokasi ini lebih dari 100 orang pasien mendaftarkan diri. Pasien lebih banyak didominasi wanita dan anak anak.

Diposko Sembalun, Ahyudin menyempatkan berdialog dengan beberapa pengungsi sekaligus memberikan semangat dan bantuan.  Musibah besar seperti gempa seringkali menyebabkan masyarakat terdampak mengalami trauma. Kehilangan harta benda , bahkan kehilangan anggota keluarga . Untuk itu pula relawan MRI ACT juga mengadakan kegiatan trauma healing untuk anak anak pengungsi di dusun Ketapang, tak kurang 50 anak anak pengungsi ikut serta.

Posko Dapur Umum ACT , melayani 500 porsi makanan setiap harinya ( dok : MRI NTB)

Terus Bekerja Untuk Melayani

Kusmayadi, Komandan Disaster Emergency Response (DER) ACT menginformasikan kegiatan relawan MRI ACT yang masih berlangsung adalah Posko Dapur Umum, Pelayanan Kesehatan, Distribusi logistik dan trauma healing. Puluhan relawan yang berasal dari Nusa Tenggara Barat dan juga bantuan dari relawan komunitas gunung Kelud terus bekerja.

Gempa 6,4 SR pada 29 Juli pukul 05:47 WIB  tergolong gempa darat dengan titik epicentrum 47 Km arah laut kota Mataram kedalaman 10 Km . Dampak kerusakannya massif. Kebupaten lombok timur lebih dari 1000 rumah rusak, lombok utara 263 rumah , Kota Mataram 2 rumah, Lombok barat 2 rumah , Sumbawa barat 2 rumah.

Bencana gempa NTB memang bukan yang pertama, tahun 2004 terjadi gempa bumi di kecamatan Pamenangan, Lombok utara dengan kekuatan gempa 6,2 SR yang merusak 2224 rumah, 24 Masjid dan melukai 332 orang. NTB kembali mengalami gempa tujuh tahun kemudian di lokasi yang hampir sama dengan dampak kerusakan 5286 rumah dan 30 orang luka.

Letak geografis NTB menjadikannya salah satu daerah yang rawan bencana gempabumi dan tsunami. Posisi Nusa Tenggara barat yang unik, terkurung oleh dua generator gempabumi di Selatan dan Utara pulau menjadikan kawasan ini sebagai kawasan seismik yang aktif dan kompleks. Pengaruh tektonik utama untuk Wilayah Nusa Tenggara Barat didominasi oleh adanya tumbukan antara lempeng Indo-Australia dan Busur Sunda yang membentang dari Selat Sunda di barat sampai Pulau Romang di timur. Tumbukan ini menyebabkan timbulnya pusat pusat gempabumi di zona subduksi Jawa yang dimulai dari Selat Sunda di bagian barat dan berakhir di Pulau Banda di bagian timur dan pusat pusat gempabumi pada patahan naik belakang busur Flores atau yang dikenal dengan back arc thrust yang berada di Utara Nusa Tengga Barat.