MRI News – Selasa (12/6) Ramadhan sebentar lagi akan meninggalkan kita. Tapi kegiatan relawan nampaknya semakin menjadi jadi saja. Seperti tak mau kehilangan momen penting. Paket paket Ramadhan segera dibungkus rapi lalu digotong bersama sama  dan  disebarkan kepada pihak yang membutuhkan.

Tujuannya juga beragam,dhuafa, anak anak yatim, janda, lansia hingga orang orang terlantar. Relawan MRI bekerja cepat dan tangkas. Tak lagi memikirkan diri sendiri. Dihari akhir yang biasanya disibukkan dengan kegiatan transaksi jual beli di pasar dan mall atau sibuk membuat panganan lebaran tak lagi dihiraukan. Mereka lebih memilih membagikan paket Ramadhan ke gang gang sempit hingga jauh ke pemukiman penduduk.

Aksi MRI Gorontalo membagikan paket Ramadhan di sebuah Pesantren (sumber : MRI Gorontalo)

Sambil berpanas panas, seperti yang dilakukan MRI Gorontalo yang harus berjalan kaki melewati jalan setapak untuk menghantarkan paket Ramadhan ke sebuah pesantren di ketinggian gunung. Atau relawan MRI Sumatera Barat yang harus melalui puluhan kilometer untuk sampai ke kabupaten Tanah datar , dimana titik distribusi berada.

Berbagi  kebahagian Ramadhan juga dilakukan MRI Jawa Tengah, DI Jogjakarta, Banten, Bali, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Bangka Belitung, Sulawesi Utara, Sulawesi tengah , Aceh . Keseruan berbagi itu terasa sekali. Termasuk yang dilakukan MRI Bojonegoro yang khusus mengunjungi para penderita cerebral palsy, lumpuh layu atau keropos tulang pada senin (7/6).

Paket Ramadhan berisi beras, minyak, susu kental manis, sirup, biskuit, gula , teh dan beberapa kebutuhan harian lainnya. Momen akhir Ramadhan yang mendekati hari raya Idul Fitri menjadi poin penting. Karena masih banyak orang yang kurang beruntung yang perlu dibantu. Membagikan paket Ramadhan merupakan usaha relawan MRI agar terlihat senyum sumringah para dhuafa, anak yatim dan orang orang yang kurang beruntung lainnya.

Diajak Belanja Langsung

Tak hanya paket Ramadhan yang berupa bahan pangan. MRI Bali dan MRI Purbalingga membuat terobosan dengan mengajak dhuafa langsung berbelanja di pusat perbelanjaan. Sebuah aktifitas berbagi kebahagian secara langsung. MRI Bali menjemputi satu per satu para dhuafa atau yatim untuk diajak ke pusat perbelanjaan yang ada di kota Denpasar.

Relawan MRI Bali menemani belanja seorang Dhuafa di pusat pembelanjaan di Kota Denpasar (sumber : MRI bali)

” Ini adalah salah satu bagian kegiatan sehari bersama dhuafa/yatim. Kita ajak mereka untuk belanja kebutuhan lebaran”. Kata Tika yang merupakan ketua daerah MRI Denpasar.

“Kita ajak mereka ke Mall, sebab mereka belum pernah belanja di Mall karena memang agak sulit bagi mereka belanja di Mall, selain tempat yang jauh juga harga yang lumayan”. Tambahnya.

Kebahagian berbelanja juga dirasakan 15 anak yatim asal desa Cengis dan desa Toyareja, sebanyak 15 anak Yatim dijemput relawan MRI Purbalingga, mereka juga didampingi salah satu anggota keluarga. Relawan MRI Purbalingga mengajak berbelanja kebutuhan pakaian lebaran dan kebutuhan sekolah di Jalan Jendral Sudirman, Purbalingga.

Seperti yang dirasakan Azka (14 bulan), Balita yatim yang ditinggal ayahnya ketika berusia 5 bulan ini sejak lahir tidak pernah membeli susu formula . Relawan MRI yang mendampingi mencoba menawarkan  susu untuk Azka.  Azka dan 14 anak yatim lainnya sangat beruntung dan berbahagia hari itu, bisa berbelanja kebutuhan lebaran dan kebutuhan sekolah.

Relawan MRI terus bekerja agar paket Ramadhan dapat didistribusikan dengan cepat sebelum hari raya Lebaran tiba. Seperti yang dilakukan MRI Bangka Belitung (Babel) yang menyambangi Panti Asuhan Ad-Dhuha , membagikan 40 paket Ramadhan. Lalu, MRI Sulawesi utara yang membagikan paket Ramadhan di desa Baroko, Kecamatan kaidipang, Bolaang Mongondow, Sebanyak 40 paket dibagikan kepada warga nelayan dan petani.

Relawan MRI Purbalingga mendampingi anak Yatim setelah berbelanja kebutuhan Lebaran ( sumber : MRI Purbalingga)

Ramadhan adalah Bulan Aksi Kebaikan

Hampir disetiap wilayah, relawan MRI melakukan aksi. Baik dalam aksi skala besar hingga aksi skala kecil. Bulan Ramadhan adalah bulan penuh kesibukan. Setiap relawan MRI memaknai , Ramadhan sebagai momentum besar yang harus diambil.

Di Bali, ada aksi ‘Sehari bersama Dhuafa dan Yatim ” . Di Jogjakarta ada kegiatan ‘Sahur on The Road’ bekerjasama dengan Warung sedekah Yu Jilah, Sahur yang ditujukan untuk buruh gendong, tukang becak, petugas kebersihan dan keamanan di sekitaran pasar Beringharjo.

Kapal Ramadhan yang berlayar dari Pelabuhan Garongkong, Sulawesi Selatan menuju Pelabuhan Labuhan Bajo, Kalabahi (alor) dan Kupang. Kapal Ramadhan ini membawa tak kurang dari 50 relawan dari berbgai wilayah.

Lalu, relawan juga terlibat di pembagian paket Ramadhan untuk penjaga Tapal batas dibeberapa titik. Mulai dari Anambas, Entikong, Nunukan, Papua dan beberapa titik perbatasan lainnya. Bekerjasama dengan TNI, program perbatasan ini menjadi program berbagi untuk tepian negeri .

Pembagian Paket Ramadhan oleh MRI Banten kepada seorang pemetik manfaat (sumber : MRI Banten)

Relawan MRI selalu hadir dalam palagan kebaikan. Menyusuri jalan sulit, tak mudah , kadang menanjak, melalui selat berombak besar , berjalan kaki hingga harus menggotong beban berat dipundak. Semuanya dilakukan dengan penuh  semangat dan rasa senang. Karena tak ada beban yang begitu berat, ketika kebaikan itu menyapa hati.

Semangat relawan Tangguh…