MRINews-Banyuwangi (26/6)- Endapan lumpur,  alat rumah tangga yang tergeletak tak beraturan. Pemandangan pertama inilah  yang didapat di desa Alas Malang, empat dusun menjadi lokasi terparah,  dusun Garit, dusun Bangunrejo, dusun Karangasem dan dusun Wonorekso . Banjir mengakibatkan  415 rumah rusak , 23 rumah dalam keadaan rusak parah , 118 rumah rusak sedang dengan ketinggian lumpur antara 20-100 cm, sisanya 274 rusak ringan .

Relawan MRI ACT Jawa Timur segera bergerak, tak menunggu waktu lama . Bergerak dari Bojonegoro, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Jember dan beberapa kota lainnya. Relawan MRI Bali juga sudah menyeberangi selat  menuju Banyuwangi untuk ikut membantu.

Tumoukan lumpur terus dibersihkan Relawan MRI agar akses jalan bisa dilalui (dok : MRI Jatim)

Seperti yang dilakukan Syamsul Alifin , lelaki asal Bojonegoro yang tergabung dalam tim Disaster Emergency Respon (DER) Jawa Timur. Lelaki yang biasa di panggil Kanjeng Sepuh ini langsung bergerak menuju titik lokasi.  Begitu juga dengan tim dari Surabaya dam sekitarnya , membawa logistik dan beberapa perlengkapan. Begitu juga dengan tim Jember yang menurunkan relawan dan membawa logistik.

Tim MRI ACT Malang juga tak kalah sigap, berkemas untuk segera mendatangi lokasi banjir. Bencana Banjir adalah tipe bencana yang perlu penanganan cepat , biasanya banjir menggenangi dalam hitungan jam walau dalam beberapa kasus banjir bisa menggenangi dalam hitungan hari.

Relawan sedang membersihkan rumah warga di desa Alas Malang, Banyuwangi (dok : MRI Jatim)

Dampak bencana banjir punya rangkaian yang merugikan. Kerusakan materi baik kondisi bangunan, perlengkapan rumah tangga, hingga wabah penyakit yang sering menyertai.

Banjir Bandang merupakan kejadian banjir tiba tiba , jenis banjir ini tidak bisa diprediksi. Oleh karena itu , banjir bandang mempunyai daya rusak yang lebih besar dan massif. Karena air datang seperti air ‘tsunami’ yang memiliki daya dorong yang kuat.

Menggunakan mesin pompa untuk mempercepat proses pembersiahan endapan lumpur (dok : ACT MRI Jatim )

Relawan MRI yang datang ke AlasMalang segera melakukan fase recovery (pemulihan) , pendirian posko mutlak diperlukan untuk menampung logistik, barang barang bantuan , peralatan hingga bisa  diperluas untuk posko kesehatan.

Adapun kebutuhan mendesak akibat terjangan banjir bandang , seperti  makanan dan minuman siap saji, air bersih, pakaian layak pakai dan kebutuhan dasar lainnya seperti selimut , handuk, higiene kits , makanan bayi.

Masalah yang cukup serius  yang terjadi dilokasi banjir  adalah tumpukan lumpur yang terbawa air. Banyaknya lumpur diakibatkan terbawanya tanah longsoran puncak Gunung Pendil di kawasan Gunung Raung.

Dalam pantauan satelit dan kajian PVMBG , hujan dalam intensitas tinggi dalam 4 hari  menyerap kedalam tanah dan menggenangi hingga akhirnya tak tertampung lagi lalu mendobrak sisa material yang ada diatas. Air bah masuk kedalam sungai Badeng yang memang merupakan jalur tangkapan air Gunung Pendil . Inilah penyebab banjir bandang yang menghantam desa Alas Malang membawa banyak sekali material lumpur.

Seorang relawan sedang menggendong seorang anak warga yang terdampak banjir (dok : ACT MRI Jatim )

Mengikis Lumpur , Meringankan Beban Korban Banjir

Banjir Bandang selalu meninggakan bekas, sisa sisa lumpur menutup akses jalan, menumpuk didalam rumah, mengotori fasilitas umum. Bila tak segera dibersihan lumpur akan mengeras dan akan sulit dibersihkan. Selain itu lumpur membawa kuman dan bakteri yang bisa membawa penyakit.

Sisa sisa banjir berupa perlengkapan rumah tangga yang nampak kotor (dok : ACT MRI Jatim)

Relawan MRI langsung mengambil langkah membersihkan endapan lumpur yang masuk kedalam area rumah warga dan fasilitas umum. Pembersihan lumpur dilakukan agar warga yang terdampak bisa segera kembali menempati rumah mereka. Ada 1.500 orang yang harus meninggalkan rumah yang rusak diterjang banjir bandang.

Pembersihan lumpur menggunakan peralatan khusus dibantu  dengan sistem penyemprotan air  bertekanan tinggi menggunakan mesin pompa . Untuk mempercepat pembersihan slang slang digunakan untuk mengeluarkan sisa sisa lumpur.

Tahapan pembersihan lumpur juga dilakukan pada fasilitas umum seperti jalan, mushola atau masjid hingga gedung sekolah.  Relawan MRI bekerja cepat seperti tak kenal rasa lelah. Dari satu rumah ke rumah lainnya sehingga aktifitas warga berangsur angsur pulih kembali.

Banjir boleh saja datang, tapi relawan MRI tak pernah lelah untuk membantu. Aksi berjibaku di Desa Alas Malang , Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi masih terus dilakukan. Posko ACT MRI  sudah berdiri. Kerja relawan memang tak kenal waktu, karena kebaikan akan terus bergulir seiring waktu berjalan. Bencana alam adalah bagian dari pelajaran penting bagaimana kepedulian harus mewujud nyata.