Seri aksi Perempuan dalam kerelawanan dan mengikuti kegiatan Volunteer Camp DMBT Batch V


Bengkulu, relawan.id- Kegiatan Volunteer Camp Series Disaster Management Basic Training (DMBT) sudah selesai kemarin Ahad lalu (3/2). Meski pun kegiatan telah selesai, tidak habis habis nya meninggalkan berbagai kesan dan cerita. Salah satunya adalah beberapa kesan yang disampaikan oleh peserta perempuan yang telah mengikuti berbagai kegiatan kerelawanan dan mengikuti pendidikan DMBT ini.

Dari 103 peserta DMBT, ada 16 relawan perempuan yang ikut dalam kegiatan DMBT yang berlangsung selama empat hari di Kepahiang, Bengkulu. Ikut hadirnya relawan perempuan dalam kegiatan ini, seolah menjawab berbagai keraguan bahwa perempuan dapat menjadi relawan. Perlahan dan pasti seluruh relawan menyelesaikan kegiatan ini dengan baik.

Nurul Lathif, salah satu peserta perempuan menyatakan “Kami membuktikan bahwa menjadi seorang relawan itu tidaklah mudah. Butuh perjuangan dan pengorbanan. Tetapi lebih dari itu kami dapat memetik makna yang tidak langsung dilihat tapi dapat diambil di dalamnya yaitu tentang rasa sabar, rela berkorban, kesetaraan dan kebersamaan.

Buktinya, kata dia, dalam kegiatan fisik, seperti tiarap, penyebrangan basah, simulasi survival antara perempuan dan laki-laki dalam kegiatan ini setara dan tidak ada perbedaan. “Dengan proses ini, agar kami menjadi relawan sejati dan mampu menginspirasi perempuan-perempuan lainnya.”

Semangat, motivasi, dan berbagai inspirasi dapat menggulirkan kebaikan sebagaimana bergulirnya bola salju. Kebaikan yang dilakukan oleh relawan akan selalu membesar dan semakin cepat dalam menghadapi berbagai permasalahan kemanusiaan. Menjadi relawan siapa saja boleh ikut bagian, termasuk perempuan.

Sebagaimana Anna memberikan inspirasi, “Perempuan di dunia kerelawanan? Kenapa tidak, ada banyak peran yang bisa dilakukan perempuan. Dan relawan itu tidak ada ketentuan perempuan ataupun laki-laki, karena semua yang mau dengan ikhlas untuk memberi, berjuang, bermanfaat dapat menjadi relawan.”

Kami Relawan perempuan, lanjut Anna, juga bisa berkontribusi. “Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal komitmen kami untuk menjadi relawan sejati yang siap menginspirasi. Berakhirnya kegiatan Volunteer Camp DMBT ini, adalah awal bagi kami untuk membuktikan”.

Perjuangan belum selesai, tugas tugas keumatan masih terus memanggil para relawan.

“Dengan pelatihan ini, membuktikan jika kita ingin menjadi relawan sejati kita patut berjuang lebih keras untuk bisa menginspirasi semua, untuk bisa menguatkan mereka yg ada di sekitar kita. Pengorbanan seorang relawan tidak hanya waktu melainkan semua yang kita miliki, waktu perasaan, fikiran, kasih sayang, cinta , perhatian, pengertian, dan tenaga. Seorang relawan sejati ia akan meredakan ego demi kebaikan dan kepentingan yang lebih banyak,” kata Novita, relawan perempuan lainnya

Semoga kita semua bisa menjadi inpirasi bagi semua, bertahanlah dan perjuangkan MRI ini sebagaimana kita mengingat perjuangan empat hari kemarin. Dengan menjadi relawan untuk menolong orang lain, sama saja sedang menolong diri sendiri.