Puluhan anak muda itu berbaris rapi  dengan kaos seragam berwarna gelap. Matahari mulai mencorong. Panas mulai menikam ubun ubun. Sebagian anak muda itu mulai berkeringat . Walau begitu, tak ada yang mengeluh. Mereka tak bergeming. Berdiri bak pasukan yang gagah berani.

Hari itu adalah hari pembukaan Volunteer camp , sebuah kegiatan indoor dan outdoor yang sengaja dibuat untuk membuka kesempatan kepada anak muda untuk menjadi seorang relawan (volunteer).

Acaranya dilakukan selama dua hari, satu malam. Uniknya, mereka datang dari berbagai daerah. Rata rata memang berstatus pelajar dan mahasiswa. Semangatnya memang semangat anak muda.

Bayangan anak muda yang leha leha di cafe, hangout di mal , nongkrong di tempat hiburan atau killing time di spa atau salon salon seperti hilang . Anak muda yang biasanya tak bisa lepas dari gadget kesayangan juga tak terlihat.

Enam puluhan anak muda ini sibuk mengikuti semua rangkaian acara yang cukup padat. Materi kerelawanan , bela negara, fire rescuefirst aid, water rescue, social mapping, pendirian tenda hingga materi pemberdayaan sosial kemasyarakat juga diberikan. Pokoknya lengkap.

Selain mendapatkan ilmu bermafaat , anak anak muda ini juga bisa berkenalan dengan banyak teman lainnya. Tentu dari berbagai daerah. Suasana keakraban dan keseruan nampak dalam setiap acara. Pokoknya menyenangkan dan keren abiss.

Coba bayangkan, malam malam bikin api unggun lalu setiap kelompok bikin pentas pertunjukan. Ada yang bergaya jadi stand up comedy, ada yang bikin drama , ada yang nunjukin kemampuan pencak silat, pokoknya macam macam deh…ya namanya juga pentas pertunjukan dadakan. Ini sih cuma melatih anak anak muda saling mengenal satu sama lainnya. Lucu juga sih gayanya.

Apel Pembukaan Volunteer Champ Batch 7 NTB,

Relawan , Pilihan asik anak muda zaman sekarang

“Jadi relawan ? Serius lo, apa enaknya bro ?” Itu pertanyaan yang keluar dari Sandy ketika pertama kali tahu sahabat dekatnya mendaftar menjadi relawan kemanusian.

“Enak bro, membantu orang yang lagi kena bencana itu berpahala , tau gak ? ada enzim endorfin yang akan  mengaliri tubuh ketika kita bisa membantu orang lain. Perasaannya seneng gitu.”

“Nggak percaya gue . Yang ada capek kali “ Sergah Sandy setengah tak percaya. Tapi ketika melihat perubahan pada diri sahabat dekatnya yang jadi ceria dan periang setelah menjadi relawan. Sandy jadi berpikir . Mungkin benar juga, ada perasaan senang dan bahagia bisa melakukan kegiatan berguna untuk orang lain.

Singkat cerita , Sandy yang masih duduk di semester dua itu akhirnya ikut mendaftar menjadi relawan kemanusian. Awalnya sandy kaget juga ketika harus mengikuti pelatihan relawan yang dinilainya cukup berat. Namun semuanya dilalui dengan enjoy, lha yang Sandy temui rata rata anak seusianya. Udah gitu, kegiatannya menantang, cocok untuk jiwanya yang suka berpetualang.

Ketika Sandy mendaftar, ada puluhan anak muda lainnya yang juga tertarik menjadi relawan. Memang sih alasannya beda beda, tapi intinya mereka punya kepedulian dan empati untuk sesama.

Frasa “Relawan” sebenarnya seringkali kita dengar. Apalagi seperti sekarang musimnya Pilkada, kan banyak tuh relawan pendukung paslon A, B dan C. Walau sejatinya, relawan itu tak melulu masalah politik. Relawan itu, orang yang punya kepedulian, punya visi misi yang sama, punya semangat yang sama, dan mau berkorban untuk melakukan sebuah kegiatan yang tak menghasilkan uang lho.

Kok Mau ya ? Sudah capek ga dibayar lagi , malah kadang harus mengeluarkan uang dari kocek sendiri. Tapi uniknya, sekarang banyak anak anak muda yang jumlahnya bisa ribuan mau dengan rela menjadi seorang relawan.

Malah ada relawan yang harus dikirim sampai ke perbatasan atau ke daerah terisolir. Ga ada sinyal telepon , jalur transportasi juga jauh dan ga nyaman. Tapi ya itu tadi panggilan jiwa seorang relawan kalau sudah masuk kedalam hati , siapa yang bisa menolak. Cie…cie…

Aneh ? rasanya tidak juga. Relawan bagian dari gaya hidup. Di tengah negara yang masuk dalam kategori Disaster Hypermarket. Indonesia merupakan 6 negara di dunia yang paling sering mendapatkan musibah bencana.

Dan jangan lupa, masih ada ribuan masalah sosial, pendidikan, kesehatan, lingkungan, ekonomi dan masalah lainnya di negeri tercinta ini yang butuh ditangani para relawan yang punya kepedulian.

Jadi relawan itu bidangnya luuuaaass sekali . Setiap orang bisa berbuat dengan kemampuan dan latar belakang keahliannya masing masing. Tak cuma terjun menjadi relawan bencana saja. Menjadi relawan pendamping masyarakat, relawan pendidikan atau relawan pencinta lingkungan bisa jadi pilihan.

Nah, mumpung kita masih muda. Paling ga berjiwa muda. Yuk, gabung menjadi relawan . tunjukkan pada dunia bahwa anak muda bukan cuma ngabisin waktu yang ga ada gunanya. Tapi bisa bermanfaat untuk lingkungannya, untuk negara tercintanya. Indonesia.

Oh, ya bulan awal April ini, tanggal 8-9 akan diadakan Volunteer Camp di Aceh. Tepatnya di desa Teladan Kecamatan Lembah Seulawah Kabupaten Aceh Besar.

Tertarik ? Yuk merapat. Ditunggu Lho…