Bengkulu, relawan.id- Setelah melewati berbagai rintangan seperti penyeberangan basah Sungai Musi dan simulasi survival dengan flying camp mulai hari Sabtu hingga Ahad pagi, akhirnya kegiatan Volunteer Camp DMBT Batch-V yang diselenggarakanARI-MRI di Kepahiang, Bengkulu selesai pada hari Ahad (3/2/2019).

Ratusan relawan yang telah menyelesaikan pendidikan sebagai relawan tanggap bencana selama empat hari, berkumpul melaksanakan apel penutupan.

“Terima kasih kepada seluruh panitia acara, tim instruktur dan seluruh relawan yang telah dengan khidmat menyelesaikan kegiatan ini dengan baik. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari merupakan proses pendidikan dasar yang cukup memberikan kesan dan pesan bagi seluruh relawan dan tim instruktur,” ujar kepala ARI, Andri Perdana saat apel penutupan Volunteer Camp DMBT.

Pada kegiatan Volunteer Camp DMBT Batch V ini, sebagai Kepala ARI, Andri langsung memberikan mandat dan melantik koordinator setiap wilayah yang mengutus relawannya.

“Ini agar lebih cepat dalam mengkoordinasikan tim dalam menghadapi bencana yang membutuhkan emergency fast respon,” jelasnya.

Para koordinator itu adalah Hidayat mewakili Sumatera Barat, Taufik mewakili Riau, Ardianta mewakili Sumatera Selatan, Yogi Yudatama mewakili Bengkulu, danSyahroni mewakili Lampung.

Andri juga berpesan kepada seluruh peserta Volunteer Camp DMBT, agar terus melatih diri masing-masing sehinga semakin terampil dan siap siaga.

“Seluruh relawan yang telah mengikuti serangkaian pelatihan, mulai hari ini mendapatkan mandat dan amanat baru dari umat untuk senantiasa hadir bersama mereka dalam menghadapi lebih dari 2000 potensi bencana di tahun 2019,” tambahnya.

Semoga semangat kerelawanan ini terus menyebar ke seluruh penjuru Nusantara, dan terus bergerak mencetak relawan tangguh, yang selalu siap-siaga dan siap hadir dalam berbagai persoalan kemanusiaan kapan dan di mana pun.