Maluku Utara, relawan.id- Baru saja selesai berjuang melawan kanker payudara stadium 4 yang dideritanya sejak 2011, ibu Nuryatmi (47 tahun) harus kembali berjuang melawan sakit yang dideritanya sejak 2014 silam yakni pembengkakan di area mata kanannya.

Mendengar informasi tersebut, tim MRI-ACT Maluku Utara segera berkunjung ke rumahnya pada Ahad (3/2) di RT 08 Desa Bale, Kecamatan Oba, kota Tidore kepulauan, Maluku Utara

Pembengkakan itu membuat kepalanya terasa berat, sehingga ia tidak mampu untuk berjalan. Keterbatasan ekonomi yang dialami oleh Ibu Nuryatmi dan suaminya Supriyanto (39 tahun) membuat ia hanya dapat mengandalkan pengobatan dengan cara tradisional.

“Awalnya hanya sakit mata biasa, pernah cek di rumah sakit TNI-AD Jayapura, kata dokter hanya iritasi biasa. Lalu diberikan obat tetes mata,” ujar Supriyanto.

Supriyanto yang berkerja sebagai petani kopra tidak dapat berbuat banyak untuk kesembuhan istrinya, “untuk seminggu saja saya harus mencari uang untuk membeli popok hingga Rp. 300.000,- kadang harus berhutang di kios. Apa lagi harga kopra lagi anjlok,” kata supriyanto

Sampai saat ini pembengkakan semakin membesar, namun belum ada penanganan medis yang dapat ia lakukan. Karena belum memiliki tunjangan kesehatan berupa BPJS maupun KIS, tentunya biaya pengobatan akan semakin mahal.

Entah sampai kapan ibu Nuryatmi mampu bertahan melawan sakit yang deritanya ini. Mari berikan donasi dan dukungan terbaikmu untuk ibu Nuryatmi berjuang hingga sembuh

Salurkan kepedulian mu melalui BNI Syariah a/n Aksi Cepat Tanggap : 8660 2910 1801 0087

Sertakan kode “55” diakhir nominal transfer.
Contoh : Rp. 500.055,-

Konfirmasi Transfer
Jumi : 082246469590 (Call/sms/whatsapp)